Terkait dengan judul dalam artikel ini, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa fungsi dari menonaktifkan dan mengaktifkan kembali proyek?
Menonaktifkan proyek berfungsi apabila proyek sudah selesai, artinya dari saat pembelian bahan material sampai pendapatan yang dihasilkan atas proyek tersebut. Hal ini ditujukan agar di daftar proyek tidak ada lagi proyek yang sudah selesai dan dapat berfungsi juga untuk mengurangi kesalahan penginputan bila proyek yang dibuat memiliki nomer proyek yang hampir sama misal proyek yang memiliki dua nomer yaitu :

1. No.2/R/150/32

2. No.2/R/150/31

Dimana proyek untuk  No.2/R/150/32 sudah selesai atau dihentikan, maka kita dapat menonaktifkan proyek tersebut .
Menonakifkan bukan berarti menghapus data proyek tersebut, di dalam program zahir kita dapat mengaktifkan kembali proyek yang sudah dinonaktifkan,  dengan kata lain mengaktifkan kembali proyek ditujukan bila proyek yang pernah dihentikan kemudian dimunculkan ketika proyek tersebut dilanjutkan kembali, selain itu mengaktifkan kembali proyek berfungsi bila kita ingin melihat kembali data atas proyek tersebut seperti pendapatan atau biaya yang dihasilkan pada laporan laba/rugi proyek.

 

Untuk mempermudah dalam pembahasan artikel ini berikut ilustrasinya :
Misal PT.ABC adalah perusahaan Developer  yang sedang mengerjakan pembangunan beberapa jenis tipe rumah. Untuk mempermudah dalam mengkontrol pendapatan dan biaya atas pengerjaan proyek tersebut, dibuat data proyek permasing-masing proyek.
Contoh data proyek yang sudah dibuat :
Data-Data >> Data Proyek

 

Pada waktu tertentu pengerjaan proyek tersebut dihentikan sementara, untuk memudahkan proyek mana saja yang sedang dikerjakan maka salah satu proyek di nonaktifkan misal pada proyek  No.2/R/150/32
Data-Data >> Data Proyek >> Pilih Proyek >> klik kanan (Status Jadi Tidak Aktif)

 

Sekarang coba input transaksi yang berkaitan dengan proyek, misal pembelian
Pembelian >> Penerimaan barang/Input pembelian :

 

Kemudian Bila suatu saat proyek tersebut ingin diaktifkan kembali :

Data-Data >> Data Proyek >> Filter ( Pilih Status Tidak Aktif ) >> Ok

Hasil Setelah Filter :

Pilih Proyek >> Klik Kanan (Status Jadi Aktif):

Coba cek dengan melakukan input Transaksi untuk proyek tersebut

Pembelian >> Penerimaan barang/Input pembelian :

Demikian Pembahasan Dalam Artikel Ini, Semoga Bermanfaat

Terimakasih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>