Dalam proses pencatatan akuntansi, tentunya kita pernah mengalami sebuah transaksi yang kita sebut dengan transaksi WAPU (Wajib pungut). dimana PPN dibayarkan oleh customer (Wajib Pungut)

Contoh kasus :

Pokok pekerjaan Rp. 15.000.000,-
PPN Rp. 1.500.000,- (PPN senilai 1.500.000 yang di bayarkan oleh customer (wajib Pungut )
PPh 23 Rp. 250.000,-
Total Invoice Rp, 16.250.000

Berikut adalah tips untuk melakukan pencatatan transaksi wajib pungut tersebut pada program Zahir Accounting:

  • Buat dahulu akun PPH 23 dibayar di muka di data rekening.

[spoiler][/spoiler]

 

  • Pada saat saat pencatatan piutang (transaksi penjualan jasa).  Masuk ke menu penjualan > input penjualan > penjualan secara kredit dan dikenakan pajak PPN serta jangan lupa ceklist kolom invoice dan jasa (sebelah kanan atas).

[spoiler][/spoiler]

Keterangan :

Masukkan nilai PPh 23 dengan nilai minus Rp. – 250.000,- (dicatat pada zahir di kolom biaya-biaya lain yang ubah COA nya menjadi PPh 23 di bayar dimuka ).

Jurnal yang terbentuk  dari transaksi penjualan jasa secara kredit :

PPH 23 dibayar di muka     250.000

Piutang Usaha                    16.250.000

Hutang PPN               1.500.000

 Pendapatan Usaha  15.000.000

[spoiler][/spoiler]

 

  • Kemudian pada saat pembayaran / pelunasan piutang tersebut.  Masuk menu penjualan > form pembayaran piutang > Tentukan dari akun kas apa, dari siapa dan sebagainya serta tentukan no invoicenya.

[spoiler][/spoiler]

 

  • Dan kolom denda input nilai PPN dengan nilai minus (-1.500.000 dan tentukan akunnya Hutang pajak PPN), lanjutkan dan rekam.

[spoiler][/spoiler]

Jurnal yang terbentuk dari transaksi pembayaran piutang :

Kas                                                    14.750.000

Hutang Pajak Penjualan PPN         1.500.000

Piutang Usaha  16.250.000

[spoiler][/spoiler]

 

 

 

One Response to Pencatatan Transaksi Wajib Pungut (Wapu)

  1. zahirraptor says:

    Sebaiknya Hutang PPN untuk WAPU (PPN Keluaran) dibuatkan akun terpisah. Misalnya : Hutang PPN – WAPU
    Tujuannya agar user lebih mudah mengontrol customer mana saja yang belum menyerahkan SSP PPN WAPU karena hal ini berkaitan dg Piutang (A/R) sejumlah nilai SSP nya tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>